Cara Analisa Laporan Keuangan

Cara Analisa Laporan Keuangan – Setiap perusahaan pasti ingin mengetahui aset yang dimiliki saat ini, hutang yang masih tersisa saat ini, berapa biaya yang dikeluarkan setiap bulan, laba rugi yang dihasilkan, dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui hal tersebut, perusahaan harus mempunyai orang untuk bagian Akuntasi yang bertugas untuk membuat Laporan Keuangan. Laporan Keuangan pada umumnya dibuat setiap bulan yang menunjukkan kondisi perusahaan pada bulan tersebut. Hal ini merupakan kewajiban bagi perusahaan untuk membuat Laporan Keuangan.

Secara umum, Laporan Keuangan terbagi menjadi lima jenis, yaitu:

1. Neraca

Menurut Harahap (2009:107), neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan ini menggambarkan posisi aset, kewajiban dan ekuitas pada saat tertentu. Neraca atau balance sheet adalah laporan yang menyajikan sumber-sumber ekonomis dari suatu perusahaan atau aset kewajiban-kewajibannya atau utang, dan hak para pemilik perusahaan yang tertanam dalam perusahaan tersebut atau ekuitas pemilik suatu saat tertentu.

Neraca harus disusun secara sistematis sehingga dapat memberikan gambaran mengenai posisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu neraca tepatnya dinamakan statements of financial position. Karena neraca merupakan potret atau gambaran keadaan pada suatu saat tertentu maka neraca merupakan status report bukan merupakan flow report.

Secara garis besar komponen neraca dapat digambarkan sebagai berikut:

ASET LANCAR (AL)
Aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya tidak lebih satu tahun. Contohnya Kas, Piutang, Persediaan, Beban dibayar dimuka, dan aset lainnya yang diharapkan dapat dikonversi ke Kas dalam jangka waktu dekat.

ASET TIDAK LANCAR (ATL)
Aset yang umur ekonomisnya lebih dari satu tahun. Contoh aset tak lancar ialah tanah, bangunan mesin dan sejenisnya. Usia kegunaan ekonomis aset tak lancar biasanya melampaui jangka satu tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual. Contoh: Investasi jangka panjang, Bangunan, Mesin pabrik.

KEWAJIBAN LANCAR (KL)
Kewajiban masa kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi.

Contoh: Pinjaman jangka pendek, Utang usaha, dan beban beban yang masih harus dibayar dalam satu periode akuntansi.

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG (KJP)
Hutang yang penyelesaiannya memiliki jangka waktu lebih dari satu periode siklus akuntansi atau lebih dari satu tahun kalender. Contoh Pinjaman Bank

EKUITAS
Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi semua kewajiban.

analisa laporan keuangan

analisa laporan keuangan

2. Laporan Laba Rugi

Menurut Munawir (2010:26), laporan laba-rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, beban, laba-rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Walaupun belum ada keseragaman tentang susunan laporan laba-rugi bagi tiap-tiap perusahaan, namun prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut:

  1. Bagian yang pertama menunjukkan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan (penjualan barang dagangan atau memberikan service) diikuti dengan harga pokok dari barang yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.
  2. Bagian kedua menunjukkan beban-beban operasional yang terdiri dari beban penjualan dan beban umum/administrasi (operating expenses).
  3. Bagian ketiga menunjukkan hasil-hasil yang diperoleh di luar operasi pokok perusahaan, yang diikuti dengan beban-beban yang terjadi di luar usaha pokok perusahaan (non operating/financial income dan expenses).
  4. Bagian keempat menunjukkan laba atau rugi yang insidentil (extra ordinary gain or loss) sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

analisa laporan keuangan

3. Laporan Arus Kas

Menurut kieso et al. (2011), laporan arus kas merupakan laporan utama yang menyajikan informasi mengenai penerimaan kas, pembayaran kas dan hasil perubahan dalam nilai bersih dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan pada suatu periode tertentu

4. Laporan Perubahan Modal

Menurut Sodikin dan Riyono (2014:43); laporan perubahan ekuitas adalah laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan informasi mengenai perubahan ekuitas perusahaan akibat operasi perusahaan dan transaksi dengan pemilik pada satu periode akuntansi tertentu

analisa laporan keuangan

5. Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Menurut Dwi Martani dkk (2012:62), “catatan atas laporan keuangan merupakan pengungkapan (disclosure), baik yang bersifat keuangan maupun nonkeuangan, dari akun-akun yang dilaporkan atau peristiwa yang dihadapi oleh peristiwa yang dapat memengaruhi posisi dan kinerja keuangan perusahaan, sehingga sering kali ditekankan bahwa catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

Laporan Keuangan hanya menjadi sekedar angka apabila pihak manajemen tidak mengetahui cara melakukan analisa Laporan Keuangan. Keuntungan analisa Laporan Keuangan adalah pihak manajemen dapat melakukan evaluasi kinerja perusahaan dan evaluasi tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan pada masa yang akan datang. Untuk melakukan analisa tersebut, Laporan Keuangan yang dapat digunakan adalah Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas.

Teknik Analisa Laporan Keuangan :

1. Analisis Tren

Analisis tren disebut juga sebagai analisis time-series. Analisis tren dapat digunakan untuk membantu manajemen keuangan mengetahui kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Salah satu cara yang digunakan untuk melakukan analisis tren adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Untuk menghitung rasio keuangan, diambil data Laporan Keuangan minimal dua tahun terakhir.

2. Analisa Persentase Perubahan

Analisa Laporan Keuangan ini melakukan perhitungan untuk tingkat pertumbuhan untuk semua akun yang terdapat pada Neraca dan Laporan Laba Rugi. Perhitungan tingkat pertumbuhan tersebut didasarkan pada tahun dasar. Manfaat dari analisa persentase perubahan ini adalah pihak manajemen dapat melihat peningkatan atau penurunan dari setiap akun yang ada di Neraca dan Laporan Laba Rugi.

3. Analisis Common Size

Analisis Common Size ini menganalisis Neraca dan Laporan Laba Rugi dengan menggunakan persentase. Dalam analisis ini, semua akun dalam Laporan Laba Rugi dinyatakan sebagai persentase penjualan.

4. Analisis Industri

Analisa ini membutuhkan perbandingan perusahaan dengan perusahaan lain di industri atau jenis perushaaan yang sama. Tujuan Analisis Industri adalah untuk mengetahui bagaimana perusahaan melakukan investasi secara finansial dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Perhitungan rasio keuangan yang sudah dilakukan perusahaan dapat digunakan untuk melakukan Analisis Industri. Namun, perusahaan juga membutuhkan rasio keuangan dari perusahaan lain yang sejenis.

Untuk teknik atau jenis analisis, perusahaan tidak perlu menggunakan semua teknik atau jenis analisis tersebut. Perusahaan dapat menggunakan teknis analisis yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal yang terpenting adalah Laporan Keuangan dibuat sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku sehingga dapat menghasilkan Laporan Keuangan yang tepat bagi perusahaan.

Jadi, bagi pemilik perusahaan dan stake holder perusahaan untuk dapat mengetahui cara Analisa Laporan Keuangan Perusahaan, sehingga dapat semakin mengembangkan perusahaan dan melakukan pengambilan keputusan dengan tepat.

Untuk membantu perusahaan, perusahaan juga dapat bekerja sama dengan pihak professional yang dapat melakukan analisa serta membaca laporan keuangan perusahaan serta dapat memberikan edukasi kepada pemilik bisnis, untuk membaca laporan keuangan tersebut. Dengan bekerja sama dengan professional, tentu saja pemilik perusahaan akan terbantu dan tidak salah jalan dalam melakukan pengambilan keputusan perusahaan.

Baca juga : Langkah Memulai Bisnis Hotel